Minggu, 18 November 2012

Tata Pencahayaan


Tata Pencahayaan

JENIS- JENIS LAMPU
Secara Umum Terdapat 3 Macam lampu yaitu :
1.       Lampu cahaya Umum
Yaitu lampu yang memiliki sifat cahaya yang memancar disebabkan cahaya yang keluar dari lampu hanya dpantulkan melalui
Cntohnya adalah jenis lampu hiasan ,lampu flok
2.       Lampu cahaya khusus
Yaitu lampu yang cahayanya keluar dpantulkan melalui revektor kemudian di biaskan melalui lensa. Pembiasan melalui lensa tersebut menyebabkan sorotan cahaya tepadu dan keluar dengan tajam.
Contohnya:  Jenis2 lampu spot, seperti ellefsoidal, locolites, spherical, mirror.
3.       Lampu cahaya campuran
Yaitu sifatnya seperti lampu umum hanya perbedaannya adalah setelah cahaya terpantul melalui revektor kemudian dibiaskan melalui kaca lampu yang berwarna warni, 1 lampu 1 warna, biasanya merah, hijau, dan putih
Conrohnya: jenis2 lampu strip seperti lampu border, lampu kaki, lampu beking dan lampu sikkorama



SARANA  PENGENDALI LAMPU
Sarana pengendali lampu terdapat 4 hal penting yaitu:
1.       Intensitas
Unruk mengendalikan cahaya lampu dari terang ke gelap atau sebaliknya biasanya di gunakan alat yang di sebut dimmer. Denagn alat ini masing2 satuan lampu yang dipasang di ats pentas dapat dikendalikan mulai dari pencahayaan penuh, perlahan-lahan redup, sampai mati sama skali. Yang menentukan intensitas cahaya lampu pentas selain dimmer juga kekuatan lampunya (wattnya) dan dimensi dari rumah lampu tersebut. Seorang piñata cahaya dapat mengatur intensitas paling tinggi yang di perlukan bagi masin2 daerah panggung yang di kehendaki pencahayaannya. Tiap2 saluran dimmer dapat digunakan untuk memberi keseimbangan intensitas cahaya tersebut dari seyiap sumbernya. Secara ideal diharapkan bahwa skeneri ( suasana gerakgerik di atas pentas ) dari setiap adegan dapat dihasilkan dari pencahayaan masing2 sumberbya. Adegan berikutnya mungkin akan terdiri darihasil pencahayaan yang berbeda susunan intensitasnya meskipun sering di gunakan dalam saluran dimmer yang sama
2.       Warna
Warna juga penting peranannya sebagai alat pengendali intensitas cahayanya. Di Negara tehnologi yang maju telah lama menggunakan intensitas cahaya listrik sebagai alat utama cahaya panggung. Pada abat ke 15 tdak saja membedakan intensitas cahaya lampu antara adegan komedi dan adegan tragedy akan tetapi juga membedakan tata warna cahayanya. Warna2 yang hangat di gunakan unruk cahaya pada adegan komedi, sedangkan warna yang dingin di gunakan kan untuk cahaya adegan tragedy konsebsi warna adegan itu masih secara umum dan masih banyak digunakan hingga saat ini.namun juga banyak sekali penemuan-penemuan warna cahaya yang di ciptakan secara artistic
Penggunaan warna cahaya di panggung sangat menarik oleh karna sifat2nya yang unik. Di satu pihak ia memiliki sifat objektif oleh karna ukurannya sudah pasti misalnya sumber cahayanya , kekuatan lampunya, rumah lampunya, medianya atau filter warna semuanya sudah pasti. N namun sorotan warna cahaya lampu itu ketika memantul dari benda atau pemerang yang kena cahay maka pantulan warna nya yang sampai ke mata penonton akan berubah. Dilain pihak , warna memiliki sifst supjektif atau memiliki factor sikologis karna kemauan sang sutradara yang lebih tertarik pada pantulan war2 pada penonton . dengan demikian di butuhka kemahiran sendiri bagi seorang peñata cahaya untuk mengolah faktor2 objektif dan supjektif . tidak saja dibutuhkan pengetahuan yang mendalam juga pengalaman yang matang untuk mendapakan hasil sebaik2nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar